Untukdapat berperan secara optimal dalam pemberantasan korupsi, maka harus dilakukan pembenahan terhadap mahasiswa dan kampusnya. Dengan kata lain, mahasiswa harus mendemonstrasikan bahwa diri dan kampusnya harus bersih dan jauh dari perbuatan korupsi. maka paradigma yang harus dibangun terlebih dahulu adalah, dengan menumbuhkan budaya Seiringbertambahnya usia sudah seharusnya kita hidup mandiri, mampu menentukan arah tujuan hidup sendiri. KataKunci: sikap mandiri, motivasi, pengetahuan kewirausahaan, minat berwirausaha. PENDAHULUAN Latar Belakang Wirausahawan telah menjadi perhatian penting dalam perkembangan perekonomian suatu negara, Schumpeter (1939 ) menekankan pentingnya peranan wirausahawan dalam kegiatan ekonomi suatu negara, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bahkandapat memakai mimbar gereja untuk kampanye politik, bukan pemberitaan Injil. Yang juga penting adalah motivasi pendeta terjun dalam politik praktis. Ada pendeta yang memang bekerja dalam dunia politik dengan integritas, visi dan komitmen. Tetapi banyak pula yang sesungguhnya ikut Yunus "melarikan diri" ke Tarsis Padaera globalisasi sekarang ini, bela negara tidaklah menjadi sesuatu hal yang penting. Sikap nasionalis tak lagi perlu didengungkan layaknya zaman proklamasi. Bambu runcing kini sudah bertransformasi menjadi strategi ekonomi yang mutlak harus dimiliki tiap negara apabila ingin eksis dalam konstelasi persaingan global. Indonesia tak pelak harus menyusun strategi perekonomian yang jitu lewat 5 Tidak ragu dan yakin pada dirinya sendiri. Keraguan sering membuat seseorang berhenti dalam melakukan sesuatu. Seorang yang percaya diri tidak pernah ragu dengan langkah atau keputusan apapun yang telah diambil. Ia selalu yakin bahwa dirinya bisa dan mampu untuk melakukan hal tersebut. (ULY) Contoh. 3 Berani mencoba Bila kita sudah optimis, maka harus langsung dicoba, karena seorang wirausahawan harus berani dan siap menanggung resiko kegagalan. Kegagalan adalah hal yang biasa dalam suatu usaha. Oleh karena itu, sebelu memulai usaha harus direncanakan masak - masak, mulai dari perrmodalan, produksi, untung VOoXJI. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Melatih anak memiliki sikap mandiri dan berani. Keramaian ruang tunggu airport bandara Polonia, di Medan menjelang liburan sekolah merupakan waktu yang tepat bagi saya untuk melatih Josh, anak saya yang baru berumur 4 tahun agar memiliki sikap mandiri dan berani. Pesawat yang akan membawa kami menuju Jakarta ternyata harus delay selama 50 menit dari waktu yang telah ditentukan. Kesempatan itu segera saya manfaatkan untuk melatih Josh dengan memintanya menjaga barang-barang bawaan kami dan dirinya sendiri. "Papa pergi ke toilet dulu ya, tolong Josh jaga semua barang kita dan tunggu papa kembali, ok?" demikian kataku kepadanya. Ia hanya menganggukkan kepala tanda mengerti. Saya segera meninggalkannya menuju toilet. Ketika keluar dari toilet, saya mencari tempat duduk yang agak jauh dari tempat duduk semula, namun tempat itu cukup jelas untuk memantau apa yang sedang dilakukan dan dialami oleh Josh. Saya membiarkan dia sendirian selama kurang lebih 30 menit. Sebenarnya saya ingin membiarkan ia lebih lama lagi, namun matanya menangkap keberadaan saya di tempat itu, dan ia segera melambaikan tangannya, seakan berkata "hai, papa..." sambil tersenyum-senyum. Karena saya sudah ketahuan dari tempat "sembunyi" saya, maka saya beranjak dari tempat duduk itu mendekati dia dan segera bertanya kepadanya,"Bagaimana Josh selama papa pergi? Apakah Josh ada rasa takut?" Dia menjawab saya dengan wajah tersenyum, "Tidak papa. Josh tidak takut." "Bagus" demikian kata saya. Sebagai orangtua, saya merasa kita perlu melatih anak-anak kita terus menerus sejak ia masih kecil, dan tentunya kapasitas pelatihan itu disesuaikan dengan umur dan kondisi dirinya. Apa yang saya lakukan diatas bertujuan untuk melatih ia menjadi anak yang memiliki sikap mandiri dan berani. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebagai orangtua, kita dapat melakukan hal-hal berikut ini 1. Motivasi anak untuk berani mencoba dan bertindak. Sebagai orangtua, seharusnya kita memahami bahwa anak kita tidak mungkin bergantung selamanya kepada kita. Seorang anak harus tumbuh dan berkembang serta menjadi anak yang mandiri. Itu yang terbaik baginya. Ia harus bertumbuh menjadi anak yang dapat mengambil keputusan untuk menentukan pilihan dalam hidupnya, dan hal ini tentu memerlukan keberanian dan kemandirian. Disinilah kepentingan yang harus dipahami oleh setiap orangtua. Untuk melatih anak memiliki sikap mandiri dan berani, kita harus memberikan kesempatan kepadanya untuk mencoba sesuatu yang baru, dan dalam kesempatan tersebut, orangtua memiliki fungsi sebagai motivator bagi anak. Mungkin saja ada banyak ketakutan di dalam diri seorang anak untuk berani mencoba sesuatu yang baru, namun dengan motivasi melalui pendampingan dan kata-kata yang meneguhkan, anak akan merasa "timbul keberanian" untuk mencoba. Bukankah segala sesuatu memiliki waktu pertama kali? Jadi, orangtua harus mendorong anak melalui motivasi agar ia berani melakukan sesuatu hal, misalnya berbelanja sendiri, berenang atau hal-hal baru lain baginya. Saya dan istri memiliki satu hal yang sama dalam melatih anak mengenai kemandirian dan keberanian, yaitu sejak Josh sudah mengerti tentang sesuatu, kira-kira berumur setahun lebih, kami selalu mendiskusikan segala hal yang menyangkut keperluan dirinya dengan dia. Sejak balita sampai dengan hari ini, kami masih terus melakukan hal demikian, yaitu melatih ia berani mengambil keputusan bagi keperluan kehidupannya. Apapun hal yang menyangkut dia, atau terkadang masalah keluarga kami, kami selalu mendiskusikan dengannya. Kami berprinsip bahwa ia merupakan bagian dari keluarga yang harus ikut bertanggungjawab terhadap apa yang akan terjadi dalam keluarga. Kami melihat hasil dari pelatihan ini. Ia menjadi anak yang berperilaku hati-hati, kritis, peduli dan mandiri serta berani ikut bertanggungjawab atas kehidupan keluarga kami. Ada kalanya kami begitu terharu karena ia mampu memiliki empati terhadap anggota keluarga. Seringkali ia mendatangi mamanya ketika baru saja pulang kerja, kemudian bertanya "mama capek?" Lalu ia mengambil posisi berada di belakang punggung mamanya dan tanpa disuruh, ia segera memijat bahu mamanya dan selalu berusaha membuat orangtuanya nyaman ketika kami kelelahan. Setiap kali ketika saya sedang tidak di rumah karena tugas ke luar kota, saya selalu berpesan bahwa ia harus bertanggungjawab menjaga mamanya. Saya selalu berkata, "Josh, selama papa pergi, Josh harus jaga mama ya, dan kalau mau apa, harus lakukan sendiri ya". Hal itu benar-benar dia lakukan dengan penuh tanggungjawab, misalnya, suatu siang, mamanya berkata kepadanya, "Josh, mama capek sekali. Mama tidur sebentar ya. Josh kalau mau minum, ambil sendiri ya." Selama istri saya tidur di sofa, Josh tidak pernah meninggalkan mamanya. Ia menjaga mamanya sambil mengambar dan mewarnai, sampai mamanya bangun, bahkan ia mengambilkan mamanya minum. Sikap kemandirian, tanggung jawab dan keberaniannya itu membuat saya selalu tenang takkala harus meninggalkan keluarga karena tugas pekerjaan. Sikap mandiri dan berani pada seorang anak akan lahir bila orangtua tekun dan konsisten melatihnya secara berkesinambungan, dan sikap terbaik untuk melatih hal tersebut adalah berikan motivasi yang tepat melalui kata-kata, sikap dan tindakan, misalnya simulasi dan contoh dari orangtuanya. 2. Disiplin dan Kasih yang seimbang. Seorang anak tetaplah seorang anak. Prinsip ini juga harus disadari oleh orangtua ketika mendidik anaknya untuk bersikap mandiri dan berani. Artinya, ketika orangtua melatih anak agar bersikap mandiri dan berani, ia harus menyadari bahwa tidak selamanya anak akan bersikap sesuai dengan yang kita harapkan. Mungkin saja anak memang mandiri dan berani, namun untuk hal-hal yang salah, atau timbul penafsiran yang keliru, misalnya ia berani tidak mau masuk sekolah. Mungkin hal ini dapat saya berikan contoh melalui kejadian berikut ini. Suatu pagi, saya mencoba membangunkan Josh untuk segera bersiap pergi ke sekolah. Namun, entah apa yang dia pikirkan di pagi hari itu. Berulangkali saya mengoyangkan badannya agar ia segera bangun namun ia tetap tidak mau beranjak dari tempat tidurnya. Kemudian saya mengendongnya ke lantai bawah dan mendudukannya di sofa ruang tamu kami. Setelah melihat dia sudah segar, saya berkata kepadanya,"Josh, kamu harus segera pergi ke sekolah. Cepat mandi dan makan ya." Tanpa saya sangka, dia menjawab saya, "Aku tidak mau pergi ke sekolah hari ini. Aku mau di rumah saja, mau main-main di rumah saja." Saya menghentikan langkah saya menuju pintu rumah, dan berbalik ke arahnya, sambil berkata, "Apa? Josh tidak mau ke sekolah?", "Iya pa, hari Josh tidak mau ke sekolah" dia mengulangi kalimatnya kembali. "Benar, Josh tidak ke sekolah?" Dia menganggukan kepalanya sebagai tanda menjawab pertanyaan saya. Kemudian saya duduk disampingnya, dan berkata, "Josh tahu, papa mau Josh ke sekolah. Josh harus ke sekolah untuk belajar, dan sekolah itu baik. Kenapa Josh tidak mau ke sekolah?" "Aku mau di rumah saja Pa, mau main-main di rumah." "Jadi, Josh benar tidak mau ke sekolah? Papa mau Josh ke sekolah. Tetapi, papa kasih Josh pilih sekarang, Josh mau ke sekolah atau tidak. Kalau Josh tidak mau ke sekolah, maka Josh tidak boleh nonton TV, main ke rumah Koko Justin temannya di sebelah rumah kami dan harus tinggal di rumah, tidak akan papa ajak ke manapun hari ini sampai malam nanti. Josh, boleh pilih?" Akhir pembicaraan kami, Josh memilih tidak mau ke sekolah dan bersedia menanggung konsekuensi dari pilihanya tersebut. Maka, kemudian saya menyampaikan pilihan dan konsekuensinya kepada pembantu di rumah kami, agar dia juga ikut melaksanakan pilihan Josh tersebut. Satu sisi, saya harus mengapresiasi sikap dan pilihannya yang mandiri dan berani, namun di sisi lain, saya tahu bahwa itu adalah keberanian dan kemandirian yang salah, dan sebagai orangtua, saya harus mengajarkan hal yang benar dan tepat bagi kehidupannya. Maka, sepanjang hari itu, saya, istri dan pembantu di rumah menjalankan keputusan pilihannya. Ia tidak pergi ke sekolah dan konsekuensinya, ia tidak boleh nonton TV/Film kesukaannya dan bermain dengan teman akrabnya. Malam hari, sebelum kami tidur, saya memanggil dan mengajaknya berbicara kembali tentang keputusan hari ini, dan hasil pembicaraan itu tercapai tujuan yang seharusnya, yaitu ia mengerti bahwa keputusannya adalah salah dan berjanji mulai besok akan selalu ke sekolah. Pembicaraan itu saya akhiri dengan pelukan baginya. Sebagai orangtua, kita bertanggungjawab mendidik anak kita untuk bersikap mandiri dan berani dalam hal yang benar dan tepat. Jangan sekali-kali kita biarkan anak kita hidup dalam sikap mandiri dan berani untuk hal yang salah. Kita harus berani mendisiplinnya takkala ada keputusan atau tindakan yang berani dan mandiri namun salah. Nasehat itu sudah disampaikan Tuhan melalui FirmanNya,"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." Amsal 226 Artinya, didik dan disiplinlah anak kita selagi ia masih muda, dan hendaklah kita ingat, dalam pendisiplinan tersebut, seimbangkanlah dengan kasih yang nyata baginya. Setiap kali saya mendisiplin anak saya, saya tidak lupa menunjukkan kasih kepadanya, misalnya, saya menyuruh teman-temannya pulang ketika mau mendisiplinnya, agar ia tidak merasa dipermalukan, atau setiap kali ia selesai menjalani disiplin, saya selalu memeluknya. Bagi saya, demikianlah keseimbangan antara disiplin dan kasih untuk mendidiknya menjadi pribadi yang bersikap mandiri dan berani. SELAMAT MENDIDIK ANAK BERSIKAP MANDIRI DAN BERANI. BAGAIMANAPUN SITUASI KELUARGA KITA, TETAPLAH SEMANGAT DAN PANTANG MENYERAH UNTUK MENDIDIK ANAK KITA SEBAB ANAKKON HI DO HAMORAON DI AU.* * Bahasa Batak Toba Anakku Kekayaanku. Lihat Pendidikan Selengkapnya 0% found this document useful 0 votes515 views11 pagesDescriptionPANCASILA-MKUOriginal TitleMAKALAH PANCASILA MENANAMKAN SIKAP MANDIRI, BERJUANG DAN WIRAUSAHA DI USIA MUDACopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes515 views11 pagesMakalah Pancasila Menanamkan Sikap Mandiri, Berjuang Dan Wirausaha Di Usia MudaOriginal TitleMAKALAH PANCASILA MENANAMKAN SIKAP MANDIRI, BERJUANG DAN WIRAUSAHA DI USIA MUDAJump to Page You are on page 1of 11 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 10 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. - Menumbuhkan jiwa kemandirian pada anak sejak dini ternyata sangat penting. Sebab, anak mandiri sejak kecil maka nanti saat dewasa juga akan mandiri. Namun berbeda jika anak dibiasakan untuk tidak mandiri, maka sampai dewasa akan selalu bergantung pada anak yang mandiri berarti bertanggung jawab, kreatif serta tidak bergantung sepenuhnya pada orang tua. Karenanya, menumbuhkan kemandirian pada anak sebaiknya dimulai sejak dini, terlebih pada masa usia dini anak berada pada masa emas. Dimana segala pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan dengan pesat. Baca juga Seperti Ini Tahapan Penggunaan Media Digital Anak Usia 8-18 Tahun Lalu bagaimana cara menumbuhkan kemandirian dalam diri anak? Melansir laman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stikes Panti Kosala, ini cara menumbuhkan karakter mandiri pada anakCara membangun karakter mandiri pada anak 1. Hentikan sikap 'over protective' Bagi orangtua tentu harus mengasah kemandirian anak. Jadi, orangtua perlu sedikit menahan diri agar tidak berbuat mengekang, biarkan anak belajar mengambil risiko untuk diri sendiri. 2. Ajarkan anak mengutarakan pendapat Tentu, pendapat anak mungkin sedikit berbeda dengan orangtua, namun penting bagi orangtua untuk meminta pendapat anak. Maka dari itu, orang tua perlu mendorong anak untuk berbicara atau bahkan berdebat secara sehat tentang beberapa hal. 3. Ajak anak membantu pekerjaan rumah tangga Orangtua bisa membiarkan anaknya untuk membantu pekerjaan rumah. Dengan tindakan ini maka akan menumbuhkan rasa tanggungjawab dan rasa kepercayaan diri anak karena anak merasa sudah membantu keluarganya. Baca juga 10 Pesan Gizi Seimbang untuk Anak Sekolah 4. Biarkan anak buat keputusan sendiri Penting dipahami, terkadang anak perlu dibiarkan untuk mengambil keputusan sendiri terutama untuk keputusan kecil yang tidak mengandung risiko. Mandiri merupakan salah satu sikap yang wajib dimiliki oleh seseorang, agar dapat melalui setiap rintangan hidup dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan baik. Dengan adanya sikap mandiri, seseorang akan menjadi sosok yang percaya diri dan tidak mudah bergantung dengan orang sikap mandiri perlu ditanamkan sejak dini, agar menjadi kebiasaan positif. Jika ditanamkan sejak kecil, tentu akan membawa banyak manfaat dalam hidup. Kalau masa kecilmu sudah terbiasa dengan kemandirian, maka kamu termasuk orang yang beruntung!Sebab, berikut beberapa manfaat yang kamu rasakan ketika terbiasa mandiri sejak usia dini. 1. Kamu menjadi individu yang bertanggung jawabilustrasi perempuan karir kamu terbiasa mandiri sejak kecil? Terbiasa mandiri sejak kecil dapat membuatmu menjadi sosok yang bertanggung jawab. Kemandirian membuatmu harus dapat menentukan, mana keputusan terbaik yang harus diambil untuk memecahkan mandiri juga membuatmu mampu mempertimbangkan segala resiko dari keputusan yang telah kamu tentukan. Hal ini menuntutmu untuk bertanggung jawab penuh atas semua tindakan yang telah kamu ambil. Kamu secara tidak langsung memahami bahwa segala sesuatu pasti ada resikonya. 2. Tumbuh sebagai sosok yang percaya diriilustrasi percaya diri mandiri sejak kecil membuatmu terlatih melakukan segala sesuatu sendirian. Kamu tidak harus menunggu orang lain untuk menyelesaikan aktivitas atau memecahkan masalah. Kamu dapat mengatur jadwal dan kegiatan dengan baik, meskipun tidak ada yang ini akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuanmu sendiri. Tanpa adanya pengaruh dari orang lain, kamu sudah bisa menentukan ke arah mana harus melangkah dan apa yang harus dilakukan. Pada akhirnya, kamu tumbuh menjadi sosok individu yang percaya Dapat memecahkan masalahmu sendiriilustrasi gadis muda Terbiasa mandiri sejak kecil membuatmu harus menentukan segala sesuatu tanpa bantuan orang lain. Ini membuatmu memiliki analisa yang tajam. Kamu terbiasa menganalisis setiap permasalahan secara dalam dan mendetail, tanpa adanya campur tangan orang akan mempertimbangkan dengan matang, apakah setiap keputusan yang diambil dan tindakan yang kamu lakukan akan membawa dampak negatif. Hal ini akan membuatmu menjadi sosok dengan pemikiran kritis yang mampu memecahkan masalahmu sendiri. Baca Juga Agar Gak Mudah Jatuh, 6 Langkah Menjadi Pribadi yang Kuat dan Tangguh 4. Kamu memiliki 'mental baja'ilustrasi gadis petualang menghadapi segala hal sendirian, membuatmu menjadi orang tahan banting. Kamu tumbuh menjadi sosok yang tidak mudah menyerah, meskipun berada dalam situasi terburuk sekalipun. Hal ini dikarenakan sikap mandiri sejak kecil telah mencetakmu menjadi seseorang yang berpegang teguh pada mengerti apa yang menjadi kebutuhan serta kemauanmu serta bagaimana cara mencapainya. Ketika mengalami kegagalan, meskipun tanpa adanya bantuan orang lain, kamu tetap bisa bangkit dan memotivasi dirimu Berani menghadapi segala tantanganilustrasi pemberani sudah terlatih menghadapi segala sesuatu sendiri sejak kecil, kamu tumbuh menjadi individu yang pemberani dan tidak takut menghadapi rintangan. Bahkan, dirimu mampu melihat suatu permasalahan dari sudut pandang berbeda dan memecahkannya dengan caramu akan mendorongmu menjadi individu yang mampu melawan rasa takut terhadap bayangan kegagalan. Ketika mengalami kegagalan, alih-alih menyerah, kamu justru bangkit lagi dan mencoba menghadapinya dengan lebih baik meskipun tanpa bantuan orang merupakan bekal yang sangat penting dalam kehidupan. Terbiasa mandiri sejak kecil bukan berarti menderita, lho! Justru hal itu dapat memberikan manfaat yang akan membawa dampak positif bagi kehidupanmu. Baca Juga 6 Cara Menjadi Pribadi yang Tangguh, Gak Cengeng Lagi IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Kemandirian adalah sebuah sikap dewasa yang dapat kamu tumbuhkan sedini mungkin. Sikap ini dapat menunjukkan bahwa kamu sudah tidak lagi terlalu bergantung dengan orang secara finansial kamu belum bisa mandiri seratus persen, namun dalam hal lain sebaiknya kamu harus bisa mandiri dan tidak lagi bergantung segala sesuatunya dengan orang lain di lima cara yang dapat kamu lakukan untuk menumbuhkan sikap mandiri, ingat bahwa terlalu bergantung dengan orang lain itu gak baik Belajar membuat keputusan untuk dirimu sendiriUnsplash/BurstKehidupan tidak bisa lepas dari yang namanya keputusan. Ya, sebaiknya kamu belajar untuk dapat membuat keputusan bagi dirimu sendiri. Mungkin kamu bisa meminta saran atau pendapat dari pihak lain, namun sebuah keputusan tetaplah kamu yang harus kamu sudah bisa membuat sebuah keputusan bagi dirimu sendiri, maka kamu sudah mulai berani melangkah untuk hidup mandiri. Tidak peduli apakah keputusanmu itu benar atau salah, biarlah waktu yang akan kamu sudah berani untuk melangkah maju dan mengambil keputusan, meskipun terkadang hasilnya tidak seperti yang kamu harapkan. Dengan begini kamu bisa belajar dari kesalahan kamu, dan itu bisa kamu jadikan pengalaman untuk membuat keputusan di masa Jangan terlalu sering meminta tolong kepada teman-temanmuUnsplash/Helena LopesSedapat mungkin kamu yang harus memberikan pertolongan, dan jika kamu gak butuh-butuh amat, kamu harus membatasi dalam hal meminta manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Namun jika kamu terlalu sering meminta pertolongan, padahal kamu sanggup untuk melakukannya, maka orang-orang di sekitarmu pasti akan jengah dengan ya, tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah. Itu artinya kamu yang harus banyak memberikan bantuan, ketimbang meminta bantuan. Baca Juga 5 Alasan Logis Kamu Harus Mulai Belajar Mandiri dari Sekarang 3. Hidup sesuai dengan kemampuan finansialmu Unsplash/Sharon McCutcheonJika kamu sudah bekerja dan memiliki pendapatan sendiri, maka sebaiknya kamu hidup sesuai dengan kemampuan keuangan kamu. Mungkin pada awal-awal kamu bekerja, kamu masih membutuhkan bantuan finansial dari keluarga kamu, dan itu adalah hal jika kamu sudah dalam usia yang matang dan dewasa secara finansial, sebaiknya kamu tidak menggantungkan kebutuhan hidup kamu kepada orang lain. Apalagi jika pendapatanmu sangat besar, tentu ada yang salah dengan gaya hidupmu jika kamu masih bergantung pada orang mengatur keuangan dengan baik, dan sedapat mungkin hiduplah sesuai dengan pendapatan atau kemampuan keuangan kamu. Jika memang kamu tidak dalam situasi yang mendesak, sebaiknya kamu tidak meminta bantuan keuangan kepada orang Tingkatkan kepedulian kamu terhadap orang di sekitarmu yang membutuhkanUnsplash/Ben WhiteJika kamu sudah dalam posisi yang bagus, entah itu keuangan, karier, keluarga, atau pendidikan kamu, maka tingkatkan rasa peduli kamu terhadap orang-orang di sekitar dan tolonglah mereka yang membutuhkan, mungkin ada keluarga atau teman kamu yang memang sedang dalam keadaan yang sangat meningkatkan rasa peduli, kamu juga akan menjadi orang yang mandiri dan dewasa. Selain itu, rasa peduli juga akan mengingatkan kamu bahwa kamu adalah manusia juga masih membutuhkan bantuan orang Belajarlah untuk kuat dalam menanggung beban hidupmu sendiriUnsplash/Tim BogdanovBukan berarti kamu tidak boleh untuk berbagi cerita atau beban-beban hidupmu dengan orang lain, namun sedapat mungkin jika kamu masih merasa bisa mengatasinya seorang diri, maka kamu harus jika kamu merasa sudah sangat berat dan lelah, maka kamu bisa meminta bantuan pada teman atau keluarga kamu. Beban hidup akan membuatmu semakin kuat dan dewasa, bahkan akan membuatmu lebih mandiri dalam hidup lima cara yang dapat kamu lakukan untuk menumbuhkan sikap mandiri. Semoga dapat membantu dan menginspirasi kamu, ya! Baca Juga 5 Perubahan Positif yang Kamu Rasakan Kalau Mau Hidup Mandiri IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

untuk menumbuhkan sikap mandiri dalam perekonomian maka kita harus berani